Info JurusanRumpun Teknik

Teknik Metalurgi Dan Material

Penasaran bagaimana logam diolah dari bijih tambang sampai menjadi material canggih? Di Teknik Metalurgi dan Material kamu belajar mengolah mineral, mengekstraksi logam, sampai merekayasa material unggul untuk industri.

Kampus penyelenggara

0

Daya tampung

-

Rentang nilai UTBK

-

belum tersedia

Rentang nilai rapor

-

belum tersedia

Ulasan jurusan Teknik Metalurgi Dan Material

Kenalan Yuk

Prodi ini memadukan dua bidang yang sangat berkaitan. Istilah Metalurgi berasal dari 'metallon' (logam) dan 'ergon' (kerja), jadi berarti pekerjaan yang berhubungan dengan logam. Di sisi Metalurgi, kamu mendalami proses pengolahan mineral, ekstraksi logam dan pembuatan paduan, hubungan sifat mekanik logam dengan strukturnya, sampai fenomena kegagalan dan degradasi logam, plus batubara. Di sisi Material (dari kata 'bahan'), kamu mempelajari struktur, sifat, dan karakteristik materi, contohnya bagaimana paduan nikel, besi, dan krom menghasilkan stainless steel yang biasa jadi sendok dan garpu, atau bagaimana serat karbon menjadi material komposit yang kuat sekaligus ringan. Menggabungkan keduanya membuat cakupan ilmunya lebih luas.

Yang Dipelajari

Kamu memulai dari Menggambar Teknik, Pengantar Material Teknik, Kimia Dasar, dan Elektrokimia, lalu masuk ke Metalurgi Fisik, Termodinamika Material, Analisis Struktur Material, dan Pengujian Material. Bagian metalurginya mencakup Pengolahan Mineral, Metalurgi Ekstraksi (ferrous dan non-ferrous), Proses Pembuatan Besi Baja, Perlakuan Panas dan Rekayasa Permukaan, serta Korosi dan Proteksi Logam. Bagian materialnya mencakup Kimia dan Teknologi Polimer, Teknologi Keramik dan Komposit, Biomaterials, Material Elektronik, Material Energi, Teknologi Nano, sampai Mekanika Perpatahan dan Analisis Kegagalan. Praktik di laboratorium untuk pengujian material jadi bagian penting.

Peluang Karier

Prospek kerjanya luas dan terus meningkat seiring kemajuan teknologi, apalagi lulusannya di Indonesia tidak sebanyak bidang teknik lain. Beberapa jalurnya: industri pertambangan dengan fasilitas pengolahan bijih (Freeport, Aneka Tambang, Timah, Newmont Nusa Tenggara, Kaltim Prima Coal, Berau Coal), industri ekstraksi dan peleburan logam (INCO, Smelting, Inalum, Logam Mulia), industri baja (Krakatau Steel), industri logam non-baja seperti aluminium, industri manufaktur dan otomotif serta pesawat terbang (Pindad, PTDI), industri perminyakan dan gas (Pertamina), perdagangan bahan logam dan keramik, lembaga penelitian (Tekmira, BATAN, Litbang Metalurgi LIPI), sampai dosen di perguruan tinggi.

Fakta Menarik

Karena mempelajari dua bidang sekaligus dalam waktu studi yang sama (sekitar 4 tahun atau 144 SKS), ilmu di bidang metalurgi dan material yang didapat memang tidak sedalam prodi yang fokus pada satu bidang saja, tapi kompensasinya kesempatan kerja jadi lebih luas. Dari sisi industri, pemerintah pernah menargetkan penghentian ekspor mineral mentah seiring beroperasinya smelter, yang direncanakan bertambah dari 20 unit (2019) menjadi 41 unit pada 2022. Batubara pun tetap strategis: berdasarkan data International Energy Agency, sekitar 38% kebutuhan listrik dunia pada 2016 disumbang oleh batubara.

Kampus yang membuka Teknik Metalurgi Dan Material

Data kampus penyelenggara untuk jurusan ini belum tersedia. Coba jelajahi jurusan lainnya.

Zippy

Kejar Teknik Metalurgi Dan Material bareng Zypia

Sudah kenal jurusannya, sekarang latih nilai UTBK-mu biar tembus kampus impian. Tryout IRT dan Zippy AI siap bantu.