Teknik Pengairan
Tertarik pada dunia infrastruktur air, dari irigasi sampai bendungan? Di Teknik Pengairan kamu mendalami perencanaan, perancangan, dan pengelolaan sumber daya air, mulai saluran irigasi sampai pembangkit listrik tenaga air.
Kampus penyelenggara
5
Total peminat
2.133
Rentang nilai UTBK
525-730
Rentang nilai rapor
85-91
Ulasan jurusan Teknik Pengairan
Kenalan Yuk
Teknik Pengairan adalah prodi yang sangat langka, di UB dikenal sebagai Water Resources Engineering, sementara di ITB ada prodi serupa bernama Teknik dan Pengelolaan Sumber Daya Air. Prodi ini adalah cabang dari Teknik Sipil: di UB dulunya peminatan pada Teknik Sipil yang tahun 1976 berkembang menjadi prodi tersendiri, dan itulah kenapa langka, karena di kampus lain bidang pengairan umumnya masih menjadi bagian Teknik Sipil. Sama seperti Teknik Sipil, kamu belajar banyak konstruksi berdasar matematika dan fisika, tapi tidak hanya saluran irigasi, melainkan juga pembangkit listrik tenaga air, drainase, sampai waduk.
Yang Dipelajari
Fondasinya kuat di hitungan dan hidrolika: Matematika Teknik, Statistika, Hidrolika Saluran Terbuka dan Tertutup, Hidrologi Teknik, dan Mekanika Tanah. Sisi konstruksinya mencakup Menggambar Konstruksi Bangunan Air, Konstruksi Baja dan Beton, Teknik Pondasi, Konstruksi Bendungan, dan Manajemen Konstruksi. Inti pengairannya ada di Perencanaan Jaringan dan Bangunan Irigasi, Sistem Drainase, Pengelolaan Air Tanah, Morfologi dan Rekayasa Sungai, Rekayasa Pantai, Pembangkit Listrik Tenaga Air, Pengelolaan DAS, Perencanaan dan Pengelolaan Waduk, sampai Pengembangan Sumber Daya Air. Ada juga Sistem Informasi Geografis dan Teknik Lingkungan serta AMDAL.
Peluang Karier
Karena air selalu dibutuhkan, lulusan Teknik Pengairan juga dicari banyak instansi. Beberapa di antaranya: Kementerian Pekerjaan Umum, khususnya Ditjen Sumber Daya Air; Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, khususnya Ditjen Daerah Aliran Sungai; Dinas PU Pengairan tingkat provinsi maupun kabupaten/kota; sektor pertambangan khususnya divisi hidrologi; sektor energi khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA); sampai bidang pendidikan dan penelitian. Meski prodinya langka, saingan di dunia kerja tetap ada, terutama lulusan Teknik Sipil dengan konsentrasi pengairan; tapi lulusan prodi ini punya kompetensi yang lebih mendalam di bidang pengairan.
Fakta Menarik
Prodi Teknik Pengairan (Water Resources Engineering) di Universitas Brawijaya berdiri sejak 1976, sedangkan Teknik dan Pengelolaan Sumber Daya Air di ITB (di bawah FTSL) baru dibuka pada 2012. Kebutuhan akan lulusan ini sangat relevan mengingat banyak persoalan air di Indonesia: banjir menjadi bencana yang paling banyak menimpa daerah, dan dari sekitar 17 ribu Daerah Aliran Sungai (DAS), ratusan di antaranya dalam keadaan kritis. Di sisi lain, sejumlah daerah juga rawan kekeringan saat musim kemarau. Di sinilah peran lulusan Teknik Pengairan dibutuhkan.
Kampus yang membuka Teknik Pengairan
| Kampus | Jalur | Jenjang | Akreditasi | Rapor (SNBP) | UTBK (SNBT) | UKT rata-rata |
|---|---|---|---|---|---|---|
| TBKJSumedang | SNBPSNBT | S1 | Unggul | 91 | 730 | Rp5,5 jt |
| UBMalang | SNBPSNBT | S1 | Unggul | 88 | 620 | Rp7,8 jt |
| UGMSleman | SNBPSNBT | S1 | Baik | 90 | 660 | Rp5,1 jt |
| ITERALampung Selatan | SNBPSNBT | S1 | Baik | 85 | 525 | Rp4,5 jt |
| UNSYIAHBanda Aceh | SNBPSNBT | S1 | Prodi Baru | 87 | 560 | Rp3,4 jt |
Nilai rapor (SNBP) dan UTBK (SNBT) memakai skala 1000 dan merupakan prediksi berbasis data historis, bukan angka ambang resmi SNPMB. UKT bersifat berjenjang sesuai kondisi ekonomi.
Jurusan lain di rumpun Teknik

Kejar Teknik Pengairan bareng Zypia
Sudah kenal jurusannya, sekarang latih nilai UTBK-mu biar tembus kampus impian. Tryout IRT dan Zippy AI siap bantu.