Pendidikan Dokter
Punya keinginan kuat menolong orang lain dan tahan menempuh proses panjang? Di Pendidikan Dokter kamu belajar memahami tubuh manusia dari sel sampai sistem organ, lalu mendiagnosis dan menangani penyakit demi keselamatan pasien.
Kampus penyelenggara
0
Daya tampung
-
Rentang nilai UTBK
-
Rentang nilai rapor
-
Ulasan jurusan Pendidikan Dokter
Kenalan Yuk
Pendidikan Dokter atau Kedokteran adalah salah satu prodi yang tiap tahun paling banyak diminati. Alasan orang memilihnya beragam, mulai dari ingin menolong dan bermanfaat bagi banyak orang, merasa cocok karena suka Biologi, mengikuti jejak keluarga, sampai soal gengsi. Semua alasan itu sah-sah saja. Yang penting kamu sadar bahwa selain minat dan bakat, motivasi yang kuat sangat kamu butuhkan untuk melewati tantangan selama kuliah dan bekerja nanti. Perlu kamu tahu, jalan menjadi dokter itu panjang, sekitar 7 tahun: pra-klinik minimal 3,5 tahun, klinik atau koas minimal 2 tahun, lalu magang minimal 1 tahun, belum termasuk urusan administrasi. Masuknya susah, lulusnya juga, karena kamu dituntut menguasai teori sekaligus praktik seperti menyuntik dan menjahit. Biayanya pun tidak sedikit, meski banyak beasiswa tersedia. Ini bukan untuk menakuti, tapi supaya kamu siap dengan tantangannya.
Yang Dipelajari
Di tahap sarjana (pra-klinik), kamu belajar ilmu dasar kedokteran secara bertahap. Beberapa mata kuliahnya: - Berpikir Kritis dan Evidence Based Learning, Etika Kedokteran, Filsafat Ilmu - Anatomi, Histologi, Faal (Fisiologi), Biokimia, dan Biologi Kedokteran - Patologi Anatomi dan Patologi Klinik, Mikrobiologi, Parasitologi, Farmakologi dan Terapi - Ilmu berbasis sistem organ: Kardiorespirasi, Muskuloskeletal, Gastrointestinal, Endokrin, Ginjal dan Saluran Kemih, Reproduksi, Hematologi dan Imunologi, Neuropsikiatri, serta Sistem Indra - Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Bedah, Obstetri dan Ginekologi - Keterampilan Medis 1-4 untuk latihan komunikasi dan tindakan pada manekin, serta blok kegawatdaruratan (GELS) Setelah lulus sarjana, kamu lanjut ke pendidikan profesi (kepaniteraan atau koas) selama beberapa semester. Di sini kamu rotasi di berbagai departemen seperti Ilmu Penyakit Dalam, Anak, Saraf, Jiwa, Bedah, Obstetri dan Ginekologi, Mata, THT-KL, Radiologi, Anestesiologi, hingga Kedokteran Komunitas, sambil menangani pasien langsung di bawah supervisi.
Peluang Karier
Setelah lulus dan menjalani pendidikan profesi, kamu bisa jadi Dokter Umum di rumah sakit, klinik, atau membuka praktik mandiri. Selain itu masih ada banyak jalur lain: - Dokter Spesialis (perlu kuliah lagi sekitar 4-6 tahun) - Manajer Rumah Sakit (biasanya lewat S2 administrasi kesehatan atau Ilmu Kesehatan Masyarakat) - Peneliti dan Dosen - Berkarier di industri farmasi atau perusahaan asuransi - Bahkan berkembang ke bidang lain seperti penulis atau seniman
Fakta Menarik
Indonesia sempat mengalami surplus lulusan dokter, sehingga kuota lulusan dikendalikan (sekitar 2.000 per tahun) agar kualitas tetap terjaga. - Masalah utamanya bukan sekadar jumlah, tapi distribusi yang tidak merata. Banyak dokter menumpuk di kota besar, sementara daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) masih kekurangan. - Soal gaji, dokter muda sering menerima di bawah rekomendasi IDI, dengan jam kerja rata-rata sekitar 66 jam per minggu menurut survei JDN Indonesia. Sebaliknya, dokter spesialis di kota besar bisa berpenghasilan sangat tinggi, tapi butuh investasi waktu, tenaga, dan biaya yang besar untuk sampai ke sana.
Kampus yang membuka Pendidikan Dokter
Data kampus penyelenggara untuk jurusan ini belum tersedia. Coba jelajahi jurusan lainnya.
Jurusan lain di rumpun Kesehatan

Kejar Pendidikan Dokter bareng Zypia
Sudah kenal jurusannya, sekarang latih nilai UTBK-mu biar tembus kampus impian. Tryout IRT dan Zippy AI siap bantu.